Kemeja Tenun Pria Yang Klasik Namun Menonjolkan Nilai Wastra Budaya

Kainratu Tenun mengembangkan wastra nusantara menjadi fashion kebanggaan Indonesia

Kemeja tenun pria saat ini cukup populer di kalangan masyarakat. Bukan hanya kemeja batik saja yang menjadi pilihan, tapi sekarang banyak juga yang beralih ke tenun. Sebab, tenun mempunyai ciri khas tersendiri yaitu tiap pembuatan motifnya diikat manual bukan memakai bantuan mesin. Berbeda dengan batik, yang motifnya terbuat dari selembar kain polos yang dicanting.

Penggunaan kemeja juga sudah menarik perhatian sejak era Mesir Kuno. Yang mana pada awalnya hanya sepotong kain yang dililit sederhana dan berfungsi sebagai pakaian dalam pria. Lalu, kemeja berevolusi menjadi pakaian yang lebih umum dan menembus berbagai lapisan budaya. Kemeja tenun juga cocok di mix and match dengan berbagai produk tenun lainnya, contohnya ikat kepala tenun etnik sebagai hiasannya.

Nah, selain itu ada beberapa daerah yang memilih tenun sebagai baju adat mereka. Salah satunya kota Jepara, kemeja tenun menjadi baju adat dan ciri khas, terutama di Desa Troso. Bernamakan motif hujan gerimis, kemeja tenun pria hujan gerimis menjadi hal wajib bagi pria atau wanita di Jepara yang bekerja di bawah naungan pemerintahan. Karena penggunaan nya setiap satu bulan sekali rutin mewajibkan seluruh pegawai memakai baju adat khas daerah masing-masing.

Perbedaan Dengan Kemeja Batik

Meski terlihat sama, batik dan tenun memiliki beberapa perbedaan yang signifikan di beberapa faktor. Yang paling utama ada di proses pembuatannya, jika tenun harus menenun benang terlebih dahulu untuk menghasilkan kain dengan berbagai motif dan tekstur. Sementara batik, hanya memberikan motif pada kain menggunakan lilin panas (malam) dan canting atau stempel. Saat sudah menjadi kemeja pun waktu pembuatan pun berbeda, kemeja dari tenun memakan waktu yang lebih lama untuk hasil yang rapi dan presisi. Kalau dalam istilah yang beredar di para pengrajin tenun disebut batil. Yaitu proses pengecekan kain tenun dan memotong benang-benang yang semrawut di permukaan. Yang mana tidak ditemukan pada proses pembuatan batik. Sedangkan dari segi eksklusivitas beberapa jenis kemeja tenun, terutama yang terbuat secara manual, bisa dianggap lebih eksklusif dan mahal dibandingkan kemeja dari batik cap.

Pemakaian Kemeja Tenun Pria Klasik

Bukan sekedar pemakaian di acara acara formal saja, kemeja tenun juga bisa untuk daily wear kalian. Motifnya yang tidak pasaran juga menjadi salah satu keunggulan kemeja tenun daripada lainnya. Kemeja tenun juga bisa menyesuaikan dalam rangka acara apa yang akan dihadiri. Banyak orang memilih menggunakan kemeja tenun untuk seragam kantor atau menghadiri kondangan kerabat bahkan menjadi seragam sekolah suatu daerah. Mengadopsi berbagai nilai budaya di Nusantara, tenun menjadi salah satu wastra yang cukup hits di masa sekarang. Tidak heran jika produsen atau pengrajin tenun semakin banyak dan mulai bekerja sama dengan distributor atau reseller untuk mempromosikan produk produk tenun. Salah satunya di Kain Ratu ini, tidak hanya jual baju tenun ada banyak macam pilihan olahan dari tenun yang bisa konsumen pilih untuk menjadi koleksi wastra budaya yang klasik dan khas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version