Kain Tenun Troso Jepara Yuk, Sekilas Mengenalnya

Kainratu Tenun mengembangkan wastra nusantara menjadi fashion kebanggaan Indonesia

Kain tenun Troso Jepara berasal dari desa Troso yang terletak di Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Sejarah, ciri khas dan makna motif, serta harga kain per meter yang terjangkau menjadi daya tarik kerajinan tenun ikat di Sentra Tenun Troso. Banyak toko dan galeri yang menyediakan kain dan jual baju tenun yang menarik wisatawan.

Troso menjadi sentra kerajinan tenun ikat yang melengkapi berbagai sentra kerajinan tangan di Jepara seperti seni ukir, patung kayu, anyaman rotan, dan batik Jepara. Keberadaan berbagai sentra kerajinan menjadikan Jepara sebagai destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Lokasi Desa Troso berjarak sekitar 50 KM dari Kota Semarang, ibukota Provinsi Jawa Tengah. Jika kita tempuh dengan kendaraan mobil atau sepeda motor, waktu perjalanan sekitar 1,5 jam dalam kondisi lalu lintas lancar.

Sejarah

Menurut cerita warga setempat, aktivitas membuat kain tenun Troso sudah ada sejak tahun 1935. Bermula dari alat tenun gedog warisan turun-temurun, warga desa Troso kemudian mengembangkannya menjadi alat tenun pancal sekitar tahun 1943. Sejak tahun 1946, banyak pengrajin tenun beralih menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATMB) karena lebih efisien dari segi waktu dan biaya.

Hingga kini, ATBM masih menjadi alat tenun utama pengrajin Troso untuk menghasilkan berbagai kain tenun yang unik dan menarik. Seterusnya, ada juga perkembangan dengan penambahan alat untuk menghasilkan kain tenun jenis baru dengan tekstur timbul seperti songket.

Ciri Khas Tenun Troso Jepara

Tenun Troso Jepara mempunyai ciri khas motif yang adaptatif. Tenun Troso tidak terbentuk dari warisan motif yang berabad-abad. Motif tenun Troso banyak mengadopsi motif daerah lain dengan menggabungkan, memodifikasi, atau sekadar menyerap makna untuk inspirasi motif baru.

Seringkali, justru motif tenun daerah lain yang sudah punah dapat dibangkitkan kembali dari Desa Troso. Berbekal kain atau foto dengan motif khas penuh makna dari museum atau kolektor wastra kuno, pengrajin Tenun Troso dapat membuat prototype kain tradisional untuk ditenun ulang. Selanjutnya, warga desa asal yang sudah tidak ada lagi kerajinan tenun dapat belajar menenun di desa Troso. Seterusnya, aktivitas menenun di daerah aslinya dapat bangkit kembali dengan dukungan masyarakat dan pemerintah setempat.

Motif Tenun Troso

Sebenarnya, banyak pengrajin di desa Troso menciptakan motif tenun yang sama sekali baru. Ada juga motif tenun seperti daun lompong yang muncul sejak era 1940-an. Namun di pasar, motif asli Troso masih kalah bersaing dengan motif kain tenun daerah lain yang lebih terkenal seperti Bali, Toraja, dan NTT. Karena itu, Tenun Troso Jepara masih terkenal dengan serapan motif dari daerah lain yang lebih dahulu populer di masyarakat.

Harga Kain Tenun Troso Jepara

Di banding kerajinan tenun ikat daerah lain, harga kain tenun Troso Jepara relatif lebih terjangkau. Harga kain tenun Troso per meter mulai dari 100 ribuan, bahkan bisa kurang tergantung dari bahan baku benang, kerumitan dan kombinasi warna dan motif, serta banyaknya jumlah pembelian.

Kain tenun meteran berguna untuk bahan baku pakaian. Banyak brand fashion yang mengangkat kain tradisional hasil kerajinan tangan seperti tenun dan batik untuk meningkatkan nilai tambah pada produknya.

Itulah sekilas gambaran kain Tenun Troso Jepara yang menjadi wastra Tradisional khas Indonesia. Jangan lupa, selalu pakai kain tenun ikat untuk menunjukkan jati diri budaya dan kebanggaan pada tanah air Indonesia. Buat inspirasi, baca juga 3 cara pakai obi belt tenun yang stylish dan praktis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version